Senin, 26 Januari 2009

Ketika Abu Hurairah Lapar

Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Hurairah bahwa ia berkata, Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, aku pernah menempelkan perutku ke tanah karena sangat lapar. Kadang aku menaruh batu di perutku karena lapar.

Suatu hari aku duduk di jalan yang biasa mereka lalui keluar, kemudian melintas Abu Bakar. Aku bertanya kepadanya tentang sebuah ayat dari Al-Qur’an dan aku tidak bertanya kepadanya kecuali karena mengharapkan dia memberiku makanan, akantetapi dia berlalu dan tidak memberiku.

Kemudian lewat di depanku Umar dan aku juga bertanya kepadanya tentang suatu ayat tentang Al-Qur’an, dan aku tidak bertanya kepadanya kecuali agar dia mau memberiku makanan, tetapi dia hanya berlalu dan tidak memberiku.

Kemudian Nabi saw. lewat di depanku dan tersenyum ketika beliau melihatku, dan beliau tahu apa yang aku rasakan dan ada apa di balik raut wajahku, kemudian beliau bersabda, “Hai Abu Hirr (bapak kucing).” Aku menyahut, “Labbaik, ya Rasulullah.” Sabda beliau, “Ikutlah.”

Kemudian beliau berjalan dan aku mengikuti beliau. Lalu beliau masuk dan aku meminta izin, dan beliau mengizinkan aku. Beliau masuk dan mendapatkan susu pada sebuah bejana, lalu beliau bertanya, “Dari mana susu ini?” Mereka menjawab, “Engkau dihadiahi oleh fulan.” Sabda beliau, “Abu Hirr.” Jawabku, “Labbaik, ya Rasulullah.”

Sabda beliau, “Pergilah ke Ahlus Shuffah dan panggil mereka untukku.”

Ahlus Shuffah adalah tamu-tamu Islam, yang tidak memiliki keluarga, tidak punya harta, dan tidak punya seorang pun (dan mereka tinggal di serambi belakang Masjid Nabi). Apabila Nabi dibawakan sedekah, beliau langsung mengirimkan kepada mereka dan tidak mengambil sedikitpun darinya. Dan, apabila beliau diberikan hadiah, beliau juga mengirimkannya kepada mereka dan mengambil sedikit darinya.

Perintah beliau untuk memanggil Ahlus Shuffah membuat aku tidak enak, maka aku berkata (kepada diriku sendiri), “Seberapa banyak susu mau dibagikan terhadap Ahlus Shuffah? Aku lebih berhak untuk mendapatkannya untuk memperkuat diriku. Dan bila beliau datang, beliau memerintahkan aku dan akulah yang membagikannya untuk mereka, dan tidak ada harapan bahwa aku akan mendapat bagian darinya, akantetapi mentaati Allah dan Rasul-Nya adalah wajib.”

Maka aku mendatangi mereka dan mereka pun datang. Kemudian meminta izin dan mereka diizinkan lalu masing-masing mengambil tempat duduk di dalam rumah.

Sabda beliau, “Ya Abu Hirr.” Aku sahut, “Labbaik, ya Rasulullah.” Sabda beliau, “Ambillah dan berikan kepada mereka.”

Maka aku mengambil bejana itu, kemudian memberikan seorang lau minum sampai kenyang, kemudian mengembalikan bejana itu kepadamu. Lalu aku berikan kepada seorang lagi dan minum sampai kenyang, kemudian dia mengembalikan bejana itu kepadaku. Lantas aku berikan lagi kepada yang lain dan minum sampai kenyang dan mengembalikan bejana itu kepadaku, sampai selesai kepada Nabi saw. dan semua orang telah kenyang. Kemudian beliau mengambil bejana itu dan meletakkannya di tangan beliau, kemudian melirik kepadaku dan tersenyum sambil bersabda, “Abu Hirr.” Aku jawab, “Labbaik, ya Rasulullah.” Sabda beliau, “Tinggal aku dan kamu.” Aku jawab, “Engkau benar, wahai Rasulullah.” Sabda beliau, “Duduk dan minumlah.” Aku pun duduk dan minum.

Beliau bersabda lagi, “Minumlah.” Dan aku pun minum lagi, dan beliau bersabda, “Minumlah.” Sampai aku mengatakan, “Tidak, demi Zat Yang telah mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak menemukan tempat lagi (di perutku).” Sabda beliau, “Perlihatkan kepadaku.” Maka aku berikan bejana itu kepada beliau, dan kemudian beliau memanjatkan puji syukur kepada Allah dan meminum yang tersisa. (dakwatuna)

Selengkapnya...

Sabtu, 24 Januari 2009

Jihad adalah solusi untuk menghadapi Zionis

Ustadz Muhammad Mahdi Akif, mursyid Am Ikhwanul Muslimin menegaskan bahwa sejarah dan fakta telah menetapkan bahwa tidak ada gunanya berhubungan dengan Zionis oleh karena tabiatnya yang buruk, tipu daya dan kejahatan mereka, dan berbagai aksi pelanggaran terhadap perdamaian, kesepakatan, inisiatif, pertemuan, perjanjian, konsensus internasional bahkan lembaga-lembaga internasional kecuali jihad, sehingga menjadikan mereka jera dan menjadi obat bagi mereka.


Dalam risalah pekanan nya beliau menegaskan bahwa sudah seharusnya kita menggunakan jihad yang suci ini dengan menggunakan berbagai kemampuan dan kekuatan untuk menghadapi kebrutalan dan barbariyah yang telah membunuh secara biadab banyak warga sipil di Gaza; di tengah mandulnya peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan adanya konspirasi pemimpin, penguasa dan rezim di negara-negara Arab.

Karena itu, beliau menyampaikan kewajiban melakukan jihad secara menyeluruh dengan berbagai macam bentuk dan maknanya, dimulai dengan jihad melawan diri sendiri (hawa nafsu) dan syaitan dan berakhir dengan peran serta negara-negara Arab dan Islam untuk melakukan jihad dengan tangan dan senjata sehingga dapat mendukung perjuangan mereka, dan menegaskan pula sudah selayaknya setiap faksi dan kelompok masyarakat Arab dan Muslim lainnya untuk mengumumkan jihad dan mengerahkan segala apa yang dimiliki dan berbagai sarana yang ada, untuk membela dan mendukung warga dan pejuang di Gaza, tidak tunduk pada ikatan atau kungkungan yang dapat menghalangi kewajiban menunaikan jihad yang suci.

Beliau juga menekankan bahwa bangsa Arab dan Islam adalah tumpuan cita-cita dan harapan setelah Allah SWT, setelah rezim Arab berada pada posisi terendah kesadarannya terhadap kemaslahatan umat dan bangsanya sendiri, dan mengisyaratkan akan urgensi memberikan dukungan penuh untuk mereka melalui berbagai sarana: Materiil dan spirituil, memutuskan hubungan dengan musuh dan antek-antek nya, meningkatkan tekanan kepada pembuat keputusan untuk mengubah kebijakan mereka dan beralih pada kepentingan dan keinginan umat, sehingga dapat menjaga kemaslahatan strategis mereka.

Beliau juga mengarahkan risalahnya kepada para mujahid Gaza: “Ketahuilah bahwa kalian tidak sendirian dalam menghadapi perang yang zhalim ini, seluruh bangsa telah mengungkapkan ungkapannya, sementara para pembangkang mulai keluar dari sarangnya, dan dia tidak akan mampu keluar lagi sehingga kebenaran dapat kembali kepada pemiliknya insya Allah..

قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمْ اللهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ

“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman”. (At-Taubah:14)

Beliau juga menambahkan: “Dan ketahuilah bahwa kabar gembira akan kemenangan telah tampak di ufuk, yang pertama adalah karena ketegaran kalian yang sangat menakjubkan, dan hal itu merupakan pertanda akan kemenangan dan pertolongan Allah, tidak mungkin kita melupakan apa yang telah dilakukan oleh Zionis yang keji terutama berupa kerugian yang berusaha ditutup-tutupi di hadapan warganya dan media masa…

فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَكِنَّ اللهَ قَتَلَهُمْ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَكِنَّ اللهَ رَمَى وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلاءً حَسَنًا إِنَّ اللهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”. (Al-Anfal:17)

Hayya alal Jihad

Risalah dari Muhammad Mahdi Akif, mursyid Am Ikhwanu Muslimin, 15-01-2009

Allah SWT berfirman:

فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالآخِرَةِ وَمَنْ يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

“Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat[316] berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan Maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar”. (An-Nisa:74)

Inilah bangsa Yahudi, mereka adalah bangsa keturunan kera dan babi…Zionisme para perampas bumi Palestina… Bumi Arab dan Islam…berjalan dan hidup mengikuti nenek moyang mereka; melakukan kerusakan, menghancurkan tanaman dan keluarga, tidak menghormati dan menepati janji, ikatan atau hak-hak manusia.

Merekalah yang menggunakan senjata terlarang secara internasional di antaranya bom fosfor.

Merekalah yang selalu melakukan kejahatan perang, selalu menargetkan perangnya kepada wanita dan anak-anak yang tidak berdosa, tidak pernah bosan menghancurkan dan membombardir tempat-tempat yang disucikan dan harus dijaga keamanannya; mulai dari masjid, rumah-rumah, lembaga-lembaga, yayasan-yayasan dan rumah sakit-rumah sakit dan bahkan hingga sekolah-sekolah yang berada di bawah payung PBB.

Bahwa apa yang terjadi di bumi Gaza yang penuh berkah berupa pembunuhan, kerusakan dan penghancuran..bukan hal baru dari anak cucu Zionis ini; namun Al-Qur’an telah mengabarkan kepada kita bahwa mereka adalah:

- Selalu mengobarkan api perang dan melakukan kerusakan di muka bumi:

كُلَّمَا أَوْقَدُوا نَارًا لِلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الأَرْضِ فَسَادًا وَاللهُ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

“Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan”. (Al-Maidah:64)

- Melanggar perjanjian

الَّذِينَ عَاهَدْتَ مِنْهُمْ ثُمَّ يَنقُضُونَ عَهْدَهُمْ فِي كُلِّ مَرَّةٍ وَهُمْ لا يَتَّقُونَ

“(yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil Perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada Setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya)”. (Al-Anfal:56)

- Berkhianat.

وَلا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَى خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلاَّ قَلِيلاً مِنْهُمْ

“Dan kamu (Muhammad) Senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat)”. (Al-Maidah:13)

- Pengecut

لا يُقَاتِلُونَكُمْ جَمِيعًا إِلاَّ فِي قُرًى مُحَصَّنَةٍ أَوْ مِنْ وَرَاءِ جُدُرٍ

“Mereka tidak akan memerangi kamu dalam Keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok”. (Al-Hasyr:14)

وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ النَّاسِ عَلَى حَيَاةٍ

“Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia)”. (Al-Baqarah:96)

- Selalu membunuh para Nabi, para du’at dan orang-orang shalih

وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَيَقْتُلُونَ الَّذِينَ يَأْمُرُونَ بِالْقِسْطِ مِنْ النَّاسِ

“Dan membunuh Para Nabi yang memang tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil”. (Ali Imran:21)

Sebagaimana mereka juga adalah bangsa yang tidak memiliki etika di hadapan Allah, hati mereka keras bahkan lebih keras dari batu, keras permusuhan mereka terhadap orang-orang beriman, menebarkan propaganda bohong dan keji, serta menyimpangkan kitab-kitab Allah..

لُعِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن بَنِيۤ إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ٱبْنِ مَرْيَمَ ذٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَّكَانُواْ يَعْتَدُونَ

“Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas”. (Al-Maidah:78)

قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِّن ذٰلِكَ مَثُوبَةً عِندَ ٱللَّهِ مَن لَّعَنَهُ ٱللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ ٱلْقِرَدَةَ وَٱلْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ ٱلطَّاغُوتَ أُوْلَـٰئِكَ شَرٌّ مَّكَاناً وَأَضَلُّ عَن سَوَاءِ ٱلسَّبِيلِ

“Katakanlah: “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah, Yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi[424] dan (orang yang) menyembah thagut?”. mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus”. (Al-Maidah:60)

Bahwa kejahatan Zionis yang keji sepanjang sejarahnya tidak akan pernah terlupakan; seperti pembantaian yang mereka lakukan di Kafr Qasim, Dier Yasin, Qana, Bahrul Baqar, Shabra, Syatila, Al-Haram Al-Ibrahimi, Jenin dan tempat-tempat lainnya.

Fakta dan Sejarah juga telah mencatat bahwa tidak ada gunanya bekerja sama dengan Zionis oleh karena tabiat mereka yang buruk, makar dan pelecehan mereka terhadap setiap perdamaian, kesepakatan, inisiatif, pertemuan, perjanjian, konsensus internasional dan lembaga-lembaga internasional lainnya… namun obat yang paling ampuh bagi kita adalah seperti yang Allah sampaikan kepada kita

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لا تَعْلَمُونَهُمْ اللهُ يَعْلَمُهُمْ

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya”. (Al-Anfal:60)

Menghadapi mereka dengan memata-matai, menghadapi mereka dengan penuh hati-hati.. dan dengan jihad dalam arti yang sejelas-jelasnya.

Dari sini sudah seharusnya kita mengobarkan jihad yang suci untuk menghadapi kebrutalan dan barbariyah yang telah membantai keluarga kita di Gaza; di tengah pasif nya lembaga-lembaga internasional dan lambannya sikap negara-negara Arab..

انفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالاً وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Berangkatlah kamu baik dalam Keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui”. (At-Taubah:41)

Karena itu, kapan kita dapat menyeru dengan suara tinggi “Hayya alal Jihad” (Mari kita berjihad), karena jika kita tidak menyeru sekarang niscaya dunia akan hancur menghadapi kelompok Zionis yang penuh dengan kedengkian.

Ikhwanul Muslimin menyeru seluruh umat Islam untuk menghembuskan syiar jihad guna membela dan menolong Ikhwan mereka para mujahidin yang tegar dan sabar di Gaza dan menolong orang-orang tertindas dari laki-laki, wanita dan anak-anak; menyeru umat seluruhnya untuk berjihad sesuai dengan kemampuan; setiap orang berjihad sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya.

Hayya ‘alal jihad… jihad yang menyeluruh dengan berbagai jenis dan maknanya; dimulai dari jihad melawan hawa nafsu dan syaitan dan berakhir dengan mengikut sertakan negara-negara Arab dan Islam untuk berjihad dengan tangan dan senjata; kapan digunakan senjata yang dimiliki Arab dan Islam atau dia akan karat jika tidak digunakan sekarang? Kapan rezim-rezim pemerintah mengungkapkan kemarahannya dihadapan darah yang mengalir dari tubuh anak bangsanya sendiri jika tidak sekarang? Kapan akan bergerak jika tidak bergerak sekarang?!

Hayya ‘alal jihad… untuk mendukung pasukan pejuang dengan senjata dalam menghadapi mesin perang Zionis.

Hayya ‘alal jihad… dengan waktu, ilmu, harta dan jiwa, untuk mewujudkan persatuan antar seluruh kelompok dan faksi.

Hayya ‘alal jihad…untuk dapat membuka perbatasan, perlintasan dan pintu-pintu kebaikan sebagai sarana mendukung perjuangan para mujahid.

Hayya ‘alal jihad…untuk membebaskan diri di hadapan Rabb karena tidak mampu menunaikan tugasnya akan hak Tuhannya, agamanya dan risalahnya.

Hayya ‘alal jihad… untuk menolong orang-orang yang dizhalimi dan mengembalikan kebenaran kepada pemiliknya.

Hayya ‘alal jihad… dengan berdiri tegak melawan kezhaliman, kebiadaban dan keangkuhan Zionis yang tiada taranya; baik di hadapan mata dan pendengaran seluruh dunia.

Hayya ‘alal jihad… untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah, mendekatkan diri berdoa kepada-Nya sepanjang malam dan siang, khususnya pada waktu sahur (penghujung malam); untuk membela dan menolong para mujahid yang sabar dan tegar.

Peran-peran yang diinginkan

Dalam kondisi seperti ini, seluruh umat berkewajiban mengumandangkan jihad, mengerahkan segala potensi dan mengobarkan segala kekuatan untuknya;

- Kepada para pemimpin dan penguasa hendaknya membantah alasan Zionis yang tidak masuk akal dan tidak membenarkannya secara fikri (ideologi) dan tsaqafi (budaya),

- Kepada para ulama dan pemimpin umat hendaknya memberikan taujih-taujih di atas mimbar, untuk mengedepankan persatuan barisan dan menghindari diri dari kehinaan jiwa, sekaligus menanamkan di dalam diri umat akan firman Allah:

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنْ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمْ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنْ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمْ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar”. (At-Taubah:111)

Dan hendaknya semua berusaha untuk mengembalikan kemuliaan umat seperti yang telah diraih oleh umat sebelumnya seperti Al-Izz bin Abdul Salam dan Syeikh Ahmad Yasin.

- Bagi para wanita pun memiliki peran yang penting; mentarbiyah generasi penerus secara benar; memberikan pemahaman akan fenomena yang sebenarnya tentang serangan dan agresi yang brutal atas Ikhwan kita, dan apa yang seharusnya dilakukan olehnya untuk menolong dan membantu Ikhwan yang menjadi pahlawan yang begitu sabar dan ketegaran dalam mempertahankan agama dan negara serta kehormatannya di Gaza.

- Sementara kalian wahai para pemuda.. pembawa api semangat jihad dan perjuangan di setiap tempat dan seluruh umat.. hendaknya kalian memiliki ungkapan yang selalu mendengung, sehingga mampu menulikan telinga-telinga Zionis dan antek-antek nya serta orang-orang yang melakukan konspirasi dengannya, dan sehingga dapat terwujud kemenangan Allah, melalui perjuangan kalian dengan berbagai kemampuan dan sarana.

- Dan kepada para faksi dan kelompok masyarakat; Arab dan Muslim, juga berkewajiban mengumandangkan jihad dengan segala kekuatan dan sarana yang dimiliki untuk kemenangan Gaza, tidak tunduk pada ikatan, kekangan, dikte atau beban-beban yang menghantui nya dalam melakukan jihad yang suci.

Bangsa Arab dan Islam

Kalian adalah harapan dan cita-cita seluruh umat setelah Allah; setelah rezim Arab berada pada tingkat paling bawah akan kesadarannya untuk memberikan perannya untuk kemaslahatan umat dan bangsanya;

- Perlihatkanlah kemarahan kalian dan teruslah melakukan itu semua dan jangan lemah azimah kalian…kerahkanlah seluruh potensi dan kekuatan kalian… jangan berhenti hingga berhenti aliran darah warga Palestina, terwujud kemenangan bagi para mujahidin dan terkalahkan Zionis dengan penuh kehinaan dan kerugian. Insya Allah.

- Berikan dan persembahkan lah dukungan yang sempurna melalui berbagai macam sarana bentuknya: Materiil, moril dan spiritual

مَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ .الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لا يُتْبِعُونَ مَا أَنفَقُوا مَنًّا وَلا أَذًى لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui. Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (Al-Baqarah:261-262)

Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani ra, bahwa Rasulullah saw bersabda:

من جهز غازيًا في سبيل الله فقد غزا، ومن خلف غازيًا في سبيل الله بخير فقد غزا

“Barangsiapa yang mempersiapkan orang yang berjuang di jalan Allah maka ia ikut berjuang, dan membekali orang yang berperang dengan kebaikan maka ia telah ikut berjuang”. (Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi).

Dari Khuraim bin Fatik berkata: Rasulullah saw bersabda:

من أنفق نفقة في سبيل الله تعالى كُتبت له بسبعمائة ضعف

“Barangsiapa yang berinfak di jalan Allah maka ditulis baginya 700 kali lipat” (Tirmidzi dan dihasankan oleh Nasa’i)

Boikot lah hubungan kalian dengan musuh dan antek-antek nya, per luaslah ruang lingkup boikot tersebut hingga mencakup kepada siapa saja yang bekerja sama dengan entitas Zionis dan jadikan itu semua sebagai salah satu sarana mendekatkan diri kepada Allah..

Gencarkanlah tekanan terhadap para pembuat kebijakan dan keputusan, sehingga mereka dapat memberikan kebijakan dan keputusan yang kalian inginkan; untuk menjaga dan melindungi kemaslahatan strategis kalian.

Dan sampaikanlah –secara individu, lembaga dan kelompok – kepada seluruh lembaga sosial internasional untuk memikul amanah secara baik, sehingga tergerak untuk menggiring para penjahat perang Zionis ke mahkamah internasional akibat kejahatan yang telah mereka lakukan, baik pemimpinnya dan pasukannya di Gaza dan daerah-daerah Palestina lainnya, seperti pembantaian warga, pembunuhan warga sipil, pelarangan memberikan pengobatan terhadap warga yang terluka, pelarangan masuknya bantuan makanan, pembunuhan terhadap anak-anak, wanita dan orang tua.

Risalah untuk para mujahid di Gaza

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung”. (Ali Imran:200)

Wahai para pejuang yang mulia… wahai jiwa-jiwa yang mampu mempertahankan kesucian agama, umat dan bangsa… ketahuilah bahwa kalian berada dalam kebenaran dan para pemimpin umat ini berada di belakang kalian; mendukung kalian dengan berbagai sarana yang dimiliki dan meninggikan bendera jihad di berbagai tempat dan daerah, karena itu

وَلا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ وَتَرْجُونَ مِنْ اللَّهِ مَا لا يَرْجُونَ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

“Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). jika kamu menderita kesakitan, Maka Sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (An-Nisa:104)

Dan ketahuilah bahwa apa yang terjadi atas kalian bukanlah hal yang baru bagi umat ini; telah banyak terjadi seperti ini akan usaha dan gigih nya kebatilan mengalahkan pembawa kebenaran dan para pengikutnya; perang Badar, perang Al-Ahzab, perang Ain Jalut dan lain-lainnya dari berbagai peperangan Islam yang di dalamnya Allah memenangkan dan memuliakan pasukan dan tentaranya, sementara kalian adalah bagian dari tentara Allah maka kalian tidak akan pernah ditinggalkan dan dihinakan Allah

إِنَّا لَنَنصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الأَشْهَادُ. يَوْمَ لا يَنفَعُ الظَّالِمِينَ مَعْذِرَتُهُمْ وَلَهُمْ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ

“Sesungguhnya Kami menolong Rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat), (yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zhalim permintaan maafnya dan bagi merekalah laknat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk”. (Ghafir:51-52)

Ketahuilah bahwa kalian tidak sendirian dalam perang yang keji ini, bahwa seluruh bangsa telah mengungkapkan apa yang mereka dapat ungkapkan, dan para penjahat mulai keluar dari kehinaan nya dan kelak tidak akan kembali lagi sampai Allah mengembalikan kebenaran kepada pemiliknya, insya Allah.

فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ قَتَلَهُمْ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ رَمَى وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلاءً حَسَنًا إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman”. (At-Taubah:14)

Ketahuilah bahwa kabar gembira tentang kemenangan relah tampak dan muncul di ufuk; yang utama adalah karena ketegaran kalian yang begitu menakjubkan; sebagai mukadimah akan kemenangan kalian, kita tidak akan mungkin melupakan dari apa yang telah dilakukan oleh musuh secara keji dan sebagai kerugian dan diderita musuh yang berusaha disembunyikan di hadapan warganya dan media elektronik..

فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ قَتَلَهُمْ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ رَمَى وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلاءً حَسَنًا إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”. (Al-Anfal:17)

Dan di antara kabar gembira kemenangan adalah harakah bangsa dan umat Islam yang tidak mau tunduk di hadapan musuh yang hina, yang telah mampu membuat sebagian orang terhinakan, namun mereka tetap menolak kecuali dengan tunduk pada kebenaran dan pembawa kebenaran tersebut.

Kita selalu mengingat ungkapan sang Imam As-Syahid Hasan Al-Banna: “Bahwa setiap umat yang baik dalam merekayasa kematian, dan mengetahui bagaimana dapat mati dengan kematian yang mulia; maka Allah akan memberikan kepadanya kehidupan yang mulia di dunia dan kenikmatan yang kekal di Akhirat, tidaklah penyakit wahn yang menghinakan akan menimpa kita kecuali karena cinta dunia dan takut mati, karena itu persiapkanlah jiwa-jiwa kalian untuk melakukan kerja yang mulia dan besar, berusahalah untuk mati secara mulia sehingga Allah akan memberikan kehidupan kepada kalian, dan ketahuilah bahwa kematian pasti akan datang, dan hal itu terjadi hanya satu kali; jika kalian menjadikannya mati di jalan Allah maka itulah sebuah keberuntungan di dunia dan ganjaran yang besar di akhirat, apa yang menimpa kalian sudah dicatat dan ditentukan oleh Allah, renungkanlah baik-baik firman Allah SWT:

ثُمَّ أَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ بَعْدِ الْغَمِّ أَمَنَةً نُعَاساً يَغْشَى طَائِفَةً مِنْكُمْ وَطَائِفَةٌ قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنْفُسُهُمْ يَظُنُّونَ بِاللهِ غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِ يَقُولُونَ هَلْ لَنَا مِنَ الأَمْرِ مِنْ شَيْءٍ…

“Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. mereka berkata: “Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?”. (Ali Imran:154)

Ketahuilah, bahwa pada kematian yang mulia ada keberuntungan dalam bentuk kebahagiaan yang sempurna… semoga Allah menganugerahkan rezki kepada kita dan kalian semua berupa kemuliaan syahadah di jalan-Nya..(Risalah Jihad)

Sebagaimana kalian wahai para mujahid dan para pahlawan kebanggaan umat, mengingatkan kami pada ungkapan sahib Zhilal, Sayyid Qutb, beliau berkata: “Bahwa di sana ada renungan dalam suatu kehidupan yang sebagian manusia tidak mau tegar; kecuali menjadi hamba yang tunduk kepada Allah, tenteram berada dalam perlindungannya, sekalipun diberikan kepadanya kekuatan, keteguhan, ketegaran dan kesiapan; dalam kehidupan terdapat berbagai renungan yang menghantam itu semua; tidak mampu tegar kecuali orang-orang yang tenteram dengan Allah SWT.

أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah akan menenteramkan hati”

Mereka yang kembali kepada Allah dan tenteram dengan berdzikir kepada-Nya, maka Allah akan memberikan kebaikan tempat kembali, sebagaimana mereka telah kembali secara baik kepada Allah dan baik dalam beramal” dan saya berharap bahwa kalian termasuk dalam barisan ini, dan Saya tidak berusaha mensucikan seseorang di hadapan Allah SWT.

Tsiqahlah terhadap kemenangan dan pertolongan Allah

وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan sesungguhnya Kami berhak memberikan kemenangan kepada orang-orang beriman”.

Dan kalian telah masuk dalam jihad sehingga ini –pada hakikatnya- merupakan kemenangan dari Allah, dan kelak kalian pasti akan menang..

وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

“Dan kelak, Allah pasti akan menolong orang-orang yang menolongnya , sesungguhnya Allah Maha Kuat dan Maha Perkasa”.

Sungguh dengan ketegaran kalian telah mampu menanamkan ideologi dan ruh perjuangan kepada seluruh bangsa di dunia ini, dan kalian telah memberikan contoh yang menakjubkan oleh jihad kalian dan memberikan keteladanan yang nyata, Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), Maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung”. (Al-Anfal:45)

Dan saya berikan kabar gembira untuk kalian melalui firman Allah:

سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ وَيُوَلُّونَ الدُّبُرَ. بَلْ السَّاعَةُ مَوْعِدُهُمْ وَالسَّاعَةُ أَدْهَى وَأَمَرُّ

“Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang. sebenarnya hari kiamat Itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit”. (Al-Qamar:45-46)

Kepada para pemimpin dan penguasa di dunia

Sesungguhnya syiar bangsa yang mulia telah tampak dengan nyata, keluar dalam bentuk demonstrasi besar-besaran hingga berjuta masa keluar mengobarkan kata-kata: “Gaza adalah bagian dari kami, dan kami adalah bagian dari Gaza.. kami akan berdamai dengan orang-orang yang mau berdamai, dan memusuhi orang-orang memusuhinya, karena itu tentukan lah sikap kalian kepada siapa kalian berafiliasi; kelompok kebenaran dan para pembawanya ataukah pada kelompok kebatilan dan antek-antek nya. Dan ketahuilah bahwa kemarahan umat sudah sangat besar, dan mereka tidak akan melupakan akan sikap kalian yang hanya diam dan bahkan berkonspirasi atas bangsa kalian yang tercinta di Gaza.

Bahwa waktu untuk berbicara telah berlalu, kini tiba saatnya waktu bekerja dan berjihad yang sebenarnya yang akan menjadi sarana pembebas tanggung jawab di hadapan Allah kelak dari apa yang telah kalian lakukan bersama orang-orang yang bodoh dan hina kepada bgnsa kalian sendiri, dan ketahuilah bahwa tempat sampah sejarah sangatlah luas untuk mereka, dan kelak kita akan berjalan untuk membela agama dan umat kita di Gaza yang tercinta:

وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنقَلَبٍ يَنقَلِبُونَ

“Dan orang-orang yang zhalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali”. (As-Syuara:227)
sumber dari : Hasan Mahmud

Selengkapnya...

Minggu, 11 Januari 2009


Putra dari Ummu Ahmad tengah menangis. Dia mencari-cari makanan untuknya, namun dia tidak menemukan apapun.

"Apakah kamu memiliki roti?" ujar Ummu Ahmad kepada tetangganya.

"Di sini," ujar Ummu khaled, menjulurkan tangannya dengan sedikit roti yang masih dia miliki.

"Jika kita tidak berdiri dengan siapapun, siapa yang akan berada di samping kita?"

Bombardir tentara Israel ke wilayah Gaza, menjadikan kehidupan mereka tidak normal lagi.

Hanya 14 toko roti dari 47 yang kini masih beroperasi. Dan mereka membuka tokonya dengan kapasitas yang sedikit, itupun hasil uluran tangan para relawan yang membantu.

Amaya, ibu dari 7 anak, sangat gembira saat dirinya mendapatkan tepung untuk dijadikan roti. Namun akhirnya dia berfikir, bagaimana caranya membuat roti tanpa ada gas (kompor) untuk membuatnya?

"Coba kunjungi tetangga kita," ujar suami Amaya.

Beberapa menit kemudian, suaminya telah kembali ke rumah dengan roti di tangannya.

"Solidaritas di antara kami, memberikan kegembiraan di tengah-tengah penderitaan kami."

Solidaritas

Abu Sami memberikan sedikit uang yang ia miliki untuk tetangganya yang membutuhkan.
"Kami harus bekerja untuk memberikan ketenangan disamping penderitaan dan luka-luka kami."

Abu Anas menyumbangkan baju-bajunya dan barang-barang apapun yang ia miliki untuk diberikan kepada penduduk Gaza." ujarnya.

"Banyak orang yang menyumbangkan barang-barangnya untuk diberikan kepada yang membutuhkan. Ini adalah rahmat dari Allah yang menjadikan mereka saling membantu."
Tentara Israel, hingga kini telah memakan nyawa 822 lebih penduduk Gaza dan melukai lebih dari 3.350 lainnya.

Ratusan rumah dan bangunan lainnya termasuk sekolah-sekolah dan mesjid-mesjid ikut dihancurkan. (Hanin Mazaya/arrahmah.com)
Selengkapnya...

Sabtu, 10 Januari 2009

Muhammadiyah Jalin Kerjasama dengan Israel

Berita mengejutkan muncul dari tanah air ditengah agresi brutal Israel terhadap Muslim di Jalur Gaza. Muhammadiyah, salah satu organisasi Muslim terbesar di Indonesia ternyata menjalin kerjasama dengan salah satu organisasi Israel.

Situs Islamonline melaporkan, lembaga Rescue and Emergency yang berada dibawah naungan Muhammadiyah telah menandatangani kesepakatan kerjasama di bidang kesehatan dengan Magen David Adom (MDA) sebuah organisasi layanan kesehatan nasional Israel. Kerjasama itu senilai 200.000 dollar dan penandatanganannya dilakukan oleh delegasi Muhammadiyah di Tel Aviv, ibukota Israel pada bulan Oktober 2007.

Sejumlah anggota dewan perwakilan rakyat yang mengetahui kerjasama ini mengecam sikap Muhammadiyah yang diam-diam menjalin kerjasama dengan Israel. "Pemerintah maupun organisasi-organisasi lokal seharusnya tidak membuka kerjasama apapun dengan Israel, sampai mereka mengembalikan tanah Palestina pada rakyat Palestina," kata anggota dewan Sutan Batugana (Sekretaris Fraksi Partai Demokrat) seperti dikutip Islamonline.

"Apakah kita mengakui Israel sebagai sebuah negara? Pikirkanlah hak itu sebelum membuka hubungan dengan Israel," kata Ganjar Pranowo , anggota dewan Indonesia dari FPDI.

Sejumlah pihak yang dimintai pendapatnya tentang hal itu, terkesan memberi dukungan jika Indonesia atau organisasi-organisasi yang ada di Indonesia menjalin kerjasama dengan Israel.

Aktivis LSM di utara Aceh, Hamzah Fansuri mengatakan, tidak ada masalah jika ingin menjalin hubungan dengan Israel, cuma waktunya memang belum tepat. Pendapat serupa dilontarkan Gamal Ferdhi, aktivis pemuda Nahdlatul Ulama (NU). "Kenapa tidak? Fatah saja menjalin hubungan dengan Israel. Mengapa kita tidak?" ujarnya. Dr. Ahmad Rumadi, profesor bidang Sejarah Hukum Islam di Universitas Islam Nasional (UIN) yang juga seorang aktivis NU meyakini hubungan dengan Israel lebih pada pertimbangan hubungan yang saling menguntungkan. Sama dengan Rumadi, Ketua Kadin Muhammad Hidayat mengatakan bahwa Indonesia bisa mengambil keuntungan dari "keahlian" Israel di sejumlah bidang. "Kita belajar tentang sistem irigasi dari Israel," ujarnya.

Pendapat berbeda dilontarkan Front Pembela Islam (FPI). Anggota FPI, Ali al-Hamid mengkritik makin banyaknya organisasi-organisasi di Indonesia yang mau menjalin kerjasama dengan Israel. "Saya dengar Muhammadiyah dan NU mendapatkan bantuan finansial langsung dari Yahudi. Hal ini membuat normalisasi berjalan mulus," kata Al-Hamid. Ia juga mengecam sejumlah tokoh-tokoh Islam di Indonesia yang berhubungan dekat dengan komunitas Yahudi sehingga membuka kesempatan besar bagi kerjasama dengan Israel. Menurut al-Hamid, yang diuntungkan dengan situasi ini, hanya Israel. "Ini bukan soal masalah kesadaran, tapi murni untuk kepentingan pihak Israel agar bisa menyebarkan pengaruhnya ke komunitas Muslim.

Organisasi-organisasi Israel mendapatkan akses ke organisasi-organisasi Muslim di Indonesia, biasanya lewat anggota-anggota organisasi Muslim yang berpikiran liberal. Sungguh disayangkan, alih-alih membela bangsa Palestina yang puluhan tahun dibawah penjajahan Israel, organisasi-organisasi Muslim kita malah membuka kerjasama dengan Israel. Itu sama saja mendukung penjajahan dan kekerasan terhadap bangsa Palestina. Seolah-olah buta dengan kebiadaban Israel di Palestina selama puluhan tahun lamanya. (ln/iol)



Selengkapnya...

Kamis, 08 Januari 2009


MAHABAH
suatu ketika seseorang berada disamping rasulullulah SAW,lalu ada sahabat yang berjalan dijalan didepannya, orang yang berada disamping rasulullulah SAW tiba-tiba berkata, "ya Rasulullah aku mencintai dia", "apakah engkau telah memberitaukan padanya," tanya nabi. 'belum' jawab orang itu, "nah beritaukanlah padanya" kata nabi. kemudia orang itu segera berkata pada sahabatnya, "sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah" orang itu menjawab, "saemoga Allah mencintaimu, karena engkau mencintaiku karenaNya" (HR Abu DAud)


dimalam ini saya ingin menuliskan sesutau yang merupakan sesuatu yang berhubungan dengan kita semua. yang malam ini saya mersakan sesuatu yangmebuat saya tidak bisa tidur karena harus membuat sesuatu keputusan yang besar yang akan merubah segalanya dalam hidup saya ini. secara umum sesuatu ini merupakan sesuatu yang kadang kita bisa menolaknya kadang juga tidak bisa menolaknya untuk kehadirannya. yang saya maksudkan disini adalah perasaan cinta, atau dalam bahasa arab itu disebut Mahabah.

dalam hal ini kita sepakat kalo cinta merupakan ungkapan perasaan hati, oleh karena itu cinta merupakan sesuatu yang abstrak. karena sifat awalnya adalah sesuatu yang abstrak, maka cinta tidak bisa dikaitkan dengan sesuatu yang sifatnya dhohir, atau materi. jadi kalopun kita ditanya kenapa anda mencintainya??pasti jawabanya sulit untuk dikonkritkan, kalopun ada seseorang yang mencoba untuk menkonkritkan alasan-alasan kenapa mencintai seseorang, maka sesungguhnya itu menunjukan bahwa dia tidak mencintainya sebagaimana mestinya. seperti misalnya seseorang bersandar mencintai seseorang karena kecantikannya, hartanya, pengaruh dan status sosialnya maka hal itu menunjukan cinta yang berorentasi pada materi. jika seseorang tidak cantik lagi, apa cinta itu masih bisa hadir??. padahal sifat cinta itu sesuatu yang abstrak, kita mencintai sesuatu karena kita mencintainya tidak bisa kita beri alasanya karena sulit menggambarkannya pada orang yang kita cintai.

konsep diatas adalah konsep umum dalam memandang cinta. persoalannya adalah adakah konsep cinta dalam islam?? karena islam adalah dynul syamilun (agama yang sempurna) tentu ada pembahasan khusus dalam melatakan cinta pada tempatnya. Dalam konsep islam, tentu saja dalam konteks muslim dan muslimah yang baik dan taat. dalam konteks islam cinta merupakan anugrah yang diberikan oleh Allah SWT kepada seseorang muslim dan muslimah yang taat. oleh karena itu dalam pandangan seorang muslim yang taat cinta merupakan sesuatu yang tidak perlu diusahakan dan diupayakan.

Sesorang muslim dan muslimah yang taat ketika dia dikarunia perasaan cinta pada sesuatu atau seseorang maka perasaan cinta itu akan hadir begitu saja tanpa dia bisa kuasa menampiknya dan menolaknya. jadi dia tidak perlu untuk mengusahakan dan menghadirkan perasaan itu ataupun dia tidak perlu untuk harus menolak perasaan cinta itu . karena cinta dalam pandangan muslim dan muslimah yang taat itu merupakan anugrah dari Allah SWT. karena jika Allah berkehendak pada sesuatu siapaun tidak bisa menolaknya sebagaimana Allah juga pada saat menolak sesuatu tidak ada siapapun yang mampu mengusahakanya. ini adalah prinsip dasar akidah, dan hakikat dari kehendak Allah SWT.

Persoalanya akhi fillah, kapan cinta itu tumbuh pada seseorang atau sesuatu?? hal ini berbanding lurus dengan seberapa jauh cinta dia pada Allah SWT. jadi cinta dia kepada selain Allah SWT itu merupakan bagian dari refleksi dari cinta dia pada Allah SWT. dalam arti kata, ketika seorang muslim betul-betul mencintai Allah SWT maka Allah akan mengaruniakan rasa cinta pada dia kepada siapa saja yang dicintai Allah SWT. Hal ini akan sesuai dengan konsep cinta pada definisi umum tadi, sesuatu yang bersifat abstrak. penjelasan kenapa tiba-tiba ko saya mencintai dia, tiba-tiba saja saya ko tumbuh perasaan senang pada dia. karena dimana dia itu notabenenya dalah orang-orang yang dicintai oleh Allah SWT.

Hikmah dari orang-orang yang betul-betul mencintai Allah maka dia akan mencintai orang-orang yang Allah cintai. walaupun baru saling kenal, dari pandangan pertama dia akan merasakan seseorang ini yang Allah cintai dan akan menumbuhkan rasa cintanya. dalam istilah rasul SAW menyebutnya "almahabatani", dua orang yang saling mencintai.

dalam islam tidak berlaku istilah, tak kenal maka tak sayang. Meskipun kita tidak saling mengenal siapa dia dan siapa saya, tapi jika keduanya merupakan orang-orang yang mencintai Allah maka akan tumbuh rasa cinta itu, siapa yang menumbuhkannya adalah Allah SWT. oleh karena itu dalam membangun cinta, dalam islam tidak perlu harus mengenali seseorang yang hendak kita cintai itu luar dalam, selama kita mencintai Allah dan dia juga mencintai Allah Insya Allah dalam pandangan pertama akan tumbuh rasa cinta dengan sendirinya. Walaupun kita berusaha menolaknya kita tidak akan mampu menolaknya.

Meskipun barang kali suara nafsu kita, karena nafsu itu memang tidak pernah bisa diam dan bersuara lain. boleh jadi nafsu berbicara lain mengatakan untuk apa mencintai seseorang yang tidak cantik, tidak kaya, tidak punya kelebihan. suara-suara nafsu seperti itu akan mudah dilibas oleh kekuatan cinta kita pada Allah SWT, sehingga dalam hal ini persaingannya adalah antara sejauhmana cinta kita pada Allah dan sejauh mana kedekatan kita dengan nafsu kita. itulah yang akan menentukan siapa yang akan kita cintai dan kita akan dicintai oleh siapa. pada ahirnya kembali kepada sejauhmana kita mencintai Allah SWT dan Allah akan mengatur cinta kita pada siapapun yang dia kehendaki jika kita nisbatkan pada Allah SWT. jadi itu maksud makna dari mencintaimu karena Allah SWT.

ikhwah fillah, banyak manusia memberi alasan mencintai seseorang karena Allah tetapi berjalan pada rel yang salah, hal ini harus diluruskan dan dipisahkan antara cinta karena Allah dengan cinta pada bisikan nafsu untuk memiliki atau nafsu pada syahwat. tidak mungkin orang mencintai Allah tetapi dia melakukan maksiat dengan berhalwat. tidak mungkin dia mencintai seseorang karena Allah tetapi dia tetap berzinah besar atau kecil secara sengaja ataupun tidak sengaja. cinta yang hakiki adalah cinta yang dinisbatkan pada Allah SWT, dan yang menumbuhkan cinta itu adalah ALLAH SWT pada saat dan waktu yang tepat yang Allah lebih mengetahui kapan rasa itu hadir. kita sendiri yang bisa menjawabnya apa yang sudah kita lakukan untuk mencintai Allah. jika kita ingin seorang jodoh yang Allah mencintainya, mari mulai sekarang kita tanamkan rasa cinta pada Allah SWT dan memupuknya dengan ilmu dan mengaplikasikannya dengan akhlak sholeh.

untuk bidadariku, saya tidak menjanjikan hidup kedepan dengan mudah.. tapi saya tahu apa yang harus saya lakukan untuk menjadi hamba yang berkualitas disisiNya dan membuat hidup terasa bahagia.
Selengkapnya...


Terbongkarnya Penipuan Profesor Evolusionis Jerman (Bagian 2)
Jika teori evolusi itu fakta, pasti bukti fosil mudah ditemukan. Namun banyaknya pemalsuan evolusi hanya membuktikan kebohongan teori memalukan itu. Skandal Prof. Protsch hanyalah salah satu contohnya

Penipuan penentuan usia fosil oleh Protsch terbongkar ketika diketahui bahwa ia berusaha menjual seluruh koleksi tengkorak simpanse yang ia simpan di Universitas Frankfurt. Pihak tata usaha universitas pun lantas mencopot Protsch dari jabatannya, setelah mengetahui bahwa ia telah mencoba menjual 278 buah tengkorak simpanse dengan harga 70.000 dolar AS kepada pedagang Amerika. Baik Protsch maupun pihak tata usaha universitas sama-sama menyatakan hak kepemilikan tengkorak-tengkorak itu, dan terlibat dalam proses hukum.

Pengumuman penipuan-penipuan Protsch, yang mengejutkan kalangan antropologi diangkat majalah kondang Jerman Der Spiegel, 16 Agustus 2004, dengan judul “Die Regeln Mache Ich” (Aturan-Aturannya Saya yang Buat). Artikel itu memaparkan bagaimana sang ilmuwan, yang mengetuai bagian penentuan usia menggunakan karbon di Universitas Frankfurt sejak 1973, telah menghitung usia ratusan fosil dan secara sengaja memalsukan usia-usia sejumlah temuan penting.

Keraguan terhadap sang ilmuwan itu, yang dianggap pakar dalam bidang penentuan umur fosil, mulai timbul ketika dilakukan pemeriksaan ulang fosil prasejarah yang ditemukan di Jerman oleh dua arkeolog lain. Thomas Terberger, dari Universitas Greifswald, memutuskan meneliti banyak dari temuan ini menggunakan teknik-teknik modern untuk memeriksa keasliannya. Untuk tujuan itu, kepingan tengkorak tersebut, yang ditemukan di Eropa dan dinyatakan Protsch berasal dari Zaman Batu, dikirim ke Oxford untuk diuji. Hasil yang didapatkan oleh bagian penanggalan menggunakan radiokarbon di Universitas Oxford menyingkap sebuah “bencana penanggalan”, meminjam istilah para ilmuwan.

Tampak bahwa sebuah rangka wanita yang sebelumnya ditetapkan berusia 21.300 tahun oleh Protsch ternyata hanya berumur 3.300 tahun. Skandal penanggalan lain berkenaan dengan fosil tengkorak yang tergali dari dalam tanah dekat Paderborn-Sande di Jerman. Fosil itu, yang mulanya dinyatakan berumur 27.400 tahun oleh Protsch, ternyata berasal dari seorang pria tua yang meninggal dunia hanya 250 tahun lalu (pada tahun 1750 M). Tambahan lagi, potongan tengkorak yang telah menjadi fosil yang dikenal sebagai Manusia Hahnhöfersand ternyata bukanlah berusia 36.000 tahun sebagaimana yang dikemukakan Protsch, tapi sekedar 7.500 tahun.

Terberger menulis sebuah karya ilmiah dengan rekan Inggrisnya, Martin Street, dari Research Center for the Early Stone Age di Neuwied, sebagaimana diulas majalah ilmiah tenar Science, 27 August 2004 dengan tajuk “Random Samples”. Dalam karya ini, ilmuwan itu menulis bahwa fosil-fosil tersebut jauh lebih muda dari yang dikemukakan Protsch. Badan penyelidik dari universitas yang memeriksa perkara tersebut menerbitkan laporannya. Pernyataan pihak universitas berbunyi, “Prof. Protsch telah memalsukan dan menyelewengkan fakta-fakta ilmiah selama 30 terakhir”, sebagaimana diliput Deutsche-Welle. Menurut Profesor Ulrich Brandt, yang memimpin penyelidikan itu, Protsch menolak semua undangan agar hadir dalam pertemuan dan menghindar dari tatap muka dengan para anggota badan penyelidik tersebut.

Dunia Ilmiah Dibohongi

Fakta bahwa penanggalan palsu oleh profesor evolusionis tersebut berdampak langsung pada kaidah-kaidah mendasar tertentu yang umumnya diterima di bidang antropologi semakin memperparah kerusakan yang dikenakan oleh penipuan ini terhadap dunia ilmu pengetahuan. Dengan angka-angka yang tidak ada dalam dunia nyata ini, Protsch telah menyebabkan dunia ilmiah benar-benar tertipu berkenaan dengan penyebaran populasi manusia di Eropa. Karena kebohongan itu telah dilakukan secara sistematis selama 30 tahun oleh sang profesor evolusionis, penafsiran tidak benar mengenai penyebaran Manusia Neanderthal di Eropa dan mengenai Jerman masa prasejarah telah terlanjur dicantumkan dalam buku-buku antropologi dan dikemukakan sebagai “fakta ilmiah.”

Chris Stringer, seorang antropolog di Natural History Museum di London, membuat pernyataan berikut seputar pemalsuan evolusionis yang terbongkar itu:

”Apa yang dianggap sebuah bukti utama yang memperlihatkan bahwa manusia-manusia Neanderthal pernah hidup di Eropa utara tidak berlaku lagi. Kita harus menulis ulang prasejarah. ” (“Neanderthal Man 'never walked in northern Europe’” (Manusia Neanderthal ‘tidak pernah berjalan di Eropa utara’), Telegraph, www.telegraph.co.uk, August 22, 2004).

Liputan perbuatan buruk sang profesor evolusionis itu dibongkar pula dalam tulisan berjudul “History of modern man unravels as German scholar is exposed as fraud” (Sejarah manusia modern terkuak sementara ilmuwan Jerman tersingkap melakukan pemalsuan), di koran Inggris The Guardian 19 Februari 2005. Terberger, sang arkeolog pembongkar pemalsuan, menggambarkan kerugian yang diderita antropologi akibat pemalsuan Protsch:

"Anthropology is going to have to completely revise its picture of modern man between 40,000 and 10,000 years ago" (Antropologi akan diharuskan membenahi sama sekali gambarannya tentang manusia modern antara 40.000 hingga 10.000 tahun yang lalu).

Penafsiran keliru tentang satu dari fosil-fosil yang usianya dipelintir oleh Prof. Protsch juga digunakan para evolusionis dalam propaganda mereka tentang “mata rantai yang hilang”, yang faktanya tidak pernah ada selain dalam khayalan evolusionis. Nampaknya skandal memalukan dan berulalng-ulang di masa lalu itu, seperti manusia Piltdown, burung Piltdown, manusia Nebraska, embrio Haeckel, ngengat revolusi industri, pemalsuan selama 116 tahun fosil reptil laut dan sebagainya, tidak membuat jera evolusonis untuk mengulang perbuatan serupa. [tlg/cr/bersambung ke bagian ke-3/www.hidayatullah.com]
Selengkapnya...

Choose Language

Label Cloud

Thanx To Visit




ShoutMix chat widget



 

Design by Amanda @ Blogger Buster